Kamis, 28 Juli 2016

Suami yg sesungguhnya sukses

Dalam satu kisah , hidup sepasang suami istri yg penuh dengan kebahagiaan . sang suami adalah orang yang sangat pandai bila di lihat oleh kasat mata .ia bisa menciptakan pesawat terbang dengan keahlian berfikirnya , orang orang di sekitar sangat terkagum . bersorak riuh memuji keahliannya . masyarakat sekitar tempaT tinggalnya bnyak yang mengagumi , meng elu-elukan , menghormati , dan ingin berkawan dengannya .
sang suami memang nyaris sempurna , di samping pandai dia juga di masukan kegolongan orang orang yg baik .
dia tidak pernah terlibat perkelahian dengan orang lain , tidak pernah mempunyai catatan masalah di kepolisian setempat , dia hidup dengan sewajarnya manusia .
Istri tetangga yg lain selalu berkata kepada si wanita ,
kamu itu beruntung banget punya suami serba bisa , ini bisa itu bisa .
sang istri menjawab , itulah sebabnya saya sangat mencintai dia , dia adalah laki laki yg terbaik dan terhebat .
namun pada suatu hari lelaki ini melihat seorang wanita berjalan mengenakan cadar , seluruh tubuhnya di bungkus rapat .
bahkan tak ada bagian tubuhny yg terlihat kecuali matanya .
dia menghampiri seraya bertanya , mula mula wanita itu sedikit menhindar .
Lelaki : mengapa kau rela membungkus tubuhmu dengan kain , tak terlihat sedikitpun bagian tubuhmu , apa ini tidak berbahaya untukmu , apa kamu tidak takut orang akan menyangkamu sebagai teroris ?
Perempuan itu masih memandangnya lalu menjawab
Perempuan: ini adalah bentuk ketaatanku kepada yg menciptakan tubuh ini  , yang kedua ini adalah bentuk rasa sayangku kepada suami ku .
karna aku tidak ingin ikut menyeretnya ke neraka apabila aku tak melindungi auratku . sehelai rambutpun yg terlihat oleh bukan muhrim akan menambah dosa suamiku ,
bagaimana kalau aku melalu lalang dengan gaya perempuan jaman sekarang ,
yg kebanyakan dari mereka lebih mentaati perkembangan jaman dengan adat istiadat .
aku bukan hamba dari keduanya aku hamba dari sang maha pencipta .
Lelaki itu menimpa lagi : istriku tidak berhijab tapi dia rajin ibadah selalu bersedekah , dia memiliki hubungan yang baik dengan warga sekitar .
Perempuan itu membetulkan tas yg dia kenakan lalu melanjutkan pembicaraan .:
Sesungguhnya istri tuan sedang melakukan hal yg sia sia , karna sebanyak apapun amal ibadah dan perbuatan kebajikan jika kita tidak melaksanakan yg wajib semuanya akan gugur .
menjadi wanita memang tidak mudah tuan . hanya rajin ibadah pun tak berarti cukup , sebab kita harus tau untuk apa dan untuk siapa kita beribadah .
beritahu istri tuan tutuplah aurat serta belajarlah ilmu agama . karena ibadah dengan ilmu adalah yg lebih baik .
Kemudian wanita itu bergegas pergi meninggalkan .
Lelaki ini pulang dalam penyesalan .
sesampainya di rumah , seperti biasa sang istri menyambut dengan penuh kehangatan. 
Istri : hay sayang , ini udah ade sediakan teh hangat lepas mandi abang jgn lupa sholat ya . oh ya abang tau ngak , project kita berhasil lagi , customer puas dengan hasil kerjha abang.
Mereka bilang abang pintar , abang memang suami yg sukses untuk keluarga .
Dalam hati ia menangis menyesali semua kesuksesan ini , batinnya berkata lirih
: sesungguhnya aku bukanlah suami yg sukses untuk istriku . aku luput dengan akhirat , aku terlalu asyik mengajakmu mengejar dunia . aku membiarkanmu menggenggam tanganku lalu kemudian kau menariknya untuk memasuki neraka jahanam .

Jadi siapa lagi yg mau ngajak suaminya ke neraka ?

Rabu, 18 Maret 2015

        HATI
HATI INI HANYA LAH PINJAMAN DARI NYA..
SI PEMAKAI HATI INI ...
TIADA PERNAH MEMAHAMI KEHENDAH DARI SI PEMILIK HATI...
KENAPA ??!
APAKAH KU TIADA PERNAH MEMAKAI HATI INI SEPENUHNYA ATAU MUNGKIN LUPA UNTUK MEMBERSIHKANNYA..????!!
YA ALLAH....SANG PEMILIK HATI...

Inginku

Dengan menyebut namaMu ya allah...
Ku berharap di setiap tarikan nafas...
Dan di setiap denyutan nadi...
Akan selalu ingat padaMu ya ALLAH...
Di ingatku hanya padamu ya ALLAH..
Di lupa ku hanya selain pada MU ya ALLAH...

Kamis, 25 Desember 2014

KISAH KHILAFAH UMMAR DAN RAKYAT JELATA

Umar adalah sosok pemimpin teladan yang sangat mengerti kepentingan rakyatnya. Padahal ia sendiri hidup dalam kondisi sangat sederhana.

Pada suatu malam, sudah menjadi kebiasaan bahwa Khalifah Umar bin Khattab sering berkeliling mengunjungi, menginvestigasi kondisi rakyatnya dari dekat.
Nah, pada suatu malam itu, ia menjumpai sebuah gubuk kecil yang dari dalam terdengar suara tangis anak-anak. Ia pun mendekat dan mencoba untuk memperhatikan dengan seksama keadaan gubuk itu.

Ternyata dalam gubuk itu terlihat seorang ibu yang sedang memasak, dan dikelilingi oleh anak-anaknya yang masih kecil.
Si ibu berkata kepada anak-anaknya,
”Tunggulah...! Sebentar lagi makanannya matang.”
Sang Khalifah memperhatikan dari luar, si ibu terus menerus menenangkan anak-anaknya dan mengulangi perkataannya bahwa makanan yang dimasaknya akan segera matang.
Sang Khalifaf menjadi sangat penasaran, karena yang dimask oleh ibu itu tidak kunjung matang, padahal sudah lama dia memasaknya.

Akhirnya Khalifah Umar memutuskan untuk menemui ibu itu,
”Mengapa anak-anakmu tidak juga berhenti menangis, Bu..?” tanya Sang Khalifah.
”Mereka sangat lapar,” jawab si ibu.
”Kenapa tidak cepat engkau berikan makanan yang dimasak dari tadi itu?” tanya Khalifah.
”Kami tidak ada makanan. Periuk yang dari tadi aku masak hanya berisi batu untuk mendiamkan mereka. Biarlah mereka berfikir bahwa periuk itu berisi makanan, dengan begitu mereka akan berhenti menangis karena kelelahan dan tertidur.” jawab si ibu.

Setelah mendengar jawab si ibu, hati sang Kahlifah Umar bin Khattab serasa teriris.
Kemudian Khalifah bertanya lagi,
”Apakah ibu sering berbuat demikian setiap hari?”
”Iya, saya sudah tidak memiliki keluarga atau pun suami tempat saya bergantung, saya sebatang kara...,” jawab si ibu.
Hati dari sang Khalifah laksana mau copot dari tubuh mendengar penuturan itu, hati terasa teriris-iris oleh sebilah pisau yang tajam.
”Mengapa ibu tidak meminta pertolongan kepada Khalifah supaya ia dapat meolong dengan bantuan uang dari Baitul Mal?” tanya sang khalifah lagi.
”Ia telah zalim kepada saya...,” jawab si ibu.
”Zalim....,” kata sang khalifah dengan sedihnya.
”Iya, saya sangat menyesalkan pemerintahannya. Seharusnya ia melihat kondisi rakyatnya. Siapa tahu ada banyak orang yang senasib dengan saya!” kata si ibu.

Khalifah Umar bin Khattab kemudian berdiridan berkata,
”Tunggulah sebenatar Bu ya. Saya akan segera kembali.”

Di malam yang semakin larut dan hembusan angin terasa kencang menusuk, Sang Khalifah segera bergegas menuju Baitul Mal di Madinah. Ia segera mengangkat sekarung gandum yang besar di pundaknya ditemani oleh sahabatnya Ibnu Abbas. Sahabatnya membawa minyak samin untuk memasak.
Jarak antara Madinah denga rumah ibu itu terbilang jauh, hingga membuat keringat bercucuran dengan derasnya dari tubuh Umar. Melihat hal ini, Abbas berniat untuk menggantikan Umar untuk mengangkat karung yang dibawanya itu, tapi Umar menolak sambil berkata,
”Tidak akan aku biarkan engkau membawa dosa-dosaku di akhirat kelak. Biarkan aku bawa karung besar ini karena aku merasa sudah begitu bersalah atas apa yang terjadi pada ibu dan anak-anaknya itu.”

Beberapa lama kemudian sampailah Khalifah dan Abbas di gubuk ibu itu.
Begitu sekarung gandum dan minyak samin itu diserahkan, bukan main gembiranya mereka. Setelah itu, Umar berpesan agar ibu itu datang menemui Khalifah keesokan harinya untuk mendaftarkan dirinya dan anak-anaknya di Baitul Mal.

Setelah keesokan harinya, ibu dan anak-anaknya pergi untuk menemui Khalifah. Dan betapa sangat terkejutnya si ibu begitu menyaksikan bahwa lelaki yang telah menolongnya tadi malam adalah Khalifahnya sendiri, Khalifah Umar bin Khattab.

Segera saja si ibu minta maaf atas kekeliruannya yang telah menilai bahwa khalifahnya zalim terhadapnya. Namun Sang Khalifah tetap mengaku bahwa dirinyalah yang telah bersalah


Minggu, 26 Januari 2014

SEKELUMIT SEJARAH

Setiap pilihan politik pasti akan memikul konsekuensi. Bung Karno sangat menyadari hal itu. Karena itu ia menyadari, dengan pilihan politiknya yang tegas anti-kolonial dan anti-imperialis, dirinya pun tak akan luput dari intaian mara bahaya dan upaya pendongkelan. Pada tahun 1958, Bung Karno membeberkan setidaknya 5 skenario pihak imperialis bersama sekutunya di dalam negeri untuk mendompleng pemerintahannya. Pertama, pihak imperialis bersama sekutu lokalnya menggunakan dalih pembangunan daerah untuk merongrong pemerintahan nasional. Padahal, kata Bung Karno, pemerintah nasional sudah merespon aspirasi daerah, semisal dengan lahirnya UU Otonomi. Namun, para pemain lokal ini justru melakukan petualangan ekonomi, seperti korupsi besar-besaran dan penyelundupan. Selain untuk memperkaya diri, petualangan ekonomi itu untuk membiayai gerakan separatis di daerah. Kedua, sekutu imperialis di dalam negeri menggunakan dalih “anti-komunis” untuk menggoyang pemerintahan pusat. Mereka menuding Jakarta, Ibukota Republik Indonesia, sebagai “kota Komunis”. Pemerintahan pusat adalah pemerintahan komunis. Dan Soekarno adalah gembong-nya komunis. Menurut Bung Karno, penyakit “communistophobie”, yakni penyakit yang membesar-besarkan ketakutan terhadap komunis, hanyalah dalih pihak imperialis dan sekutunya untuk menghasut Rakyat agar membenci pemerintahan nasional yang berpusat di Jakarta. Di Sulsel, misalnya, salah satu dalih yang digunakan Kahar Muzakkar untuk menyeberang ke DI/TII adalah, bahwa pemerintahan pusat sangat memberi tempat kepada komunis. Padahal, Kahar Muzakkar sangat akrab dan cukup dipengaruhi oleh Salawati Daud, salah satu tokoh kiri di Makassar. Ketiga, melakukan aksi teror. Di jaman itu, aksi teror paling banyak dilakukan oleh gerombolan DI/TII. “Teror yang menggertak, menggranat, dan membunuh,” kata Bung Karno. Bung Karno sendiri berkali-kali menjadi sasaran aksi teror DI/TII, seperti peristiwa Cikini, penembakan mortir di Makassar, pemberondongan membabi buta saat Bung Karno menunaikan Sholat Idhul Adha, dan lain-lain. Keempat, mencari bantuan dan kerjasama dengan pihak-pihak imperialis dan kontra-revolusioner di luar negeri. Pihak imperialis, seperti dalam kasus pemberontakan PRRI/Permesta, mengirimkan bantuan uang dan senjata kepada pihak pemberontak. Namun demikian, pemberontakan PRRI/Permesta, yang didukung oleh CIA dan imperialis itu, berhasil dipatahkan oleh aliansi militer pro-Republik dan rakyat Indonesia. Kelima, agresi terselubung dari pihak imperialis. Jadi, selain mendanai dan menyuplai senjata bagi sejumlah gerakan separatis di Indonesia, imperialis sendiri mengirim tentaranya untuk melakukan agresi terselubung di wilayah Republik. Salah satu contohnya adalah petualangan Allen Pope, seorang tentara bayaran yang ditugasi CIA, untuk bekerjasama dengan Permesta menghancurkan Republik Indonesia. Tahun 1958, Allen Pope menggunakan pesawat B-26 Invader untuk memborbardir kota Ambon. Beruntung, penerbang-penerbang AURI berhasil menghentikan aksi itu dan menembak jatuh pesawat Allen Pope. Allen Pope sendiri berhasil selamat dari peristiwa itu. Ia berhasil terjun degan parasut sebelum pesawatnya hancur. Tetapi Ia berhasil ditangkap oleh pasukan TNI di darat. Allen Pope kemudian dijatuhi hukuman mati. Namun, atas pertimbangan kemanusiaan, Bung Karno mengampuni tentara bayaran asal AS tersebut. Seusai perjanjian KMB tahun 1949, Republik yang masih muda ini sudah berhadapan dengan pemberontakan dan gerakan separatis: Republik Maluku Selatan (RMS), DI/TII, Pemberontakan Andi Azis/eks KNIL di Makassar, dan lain-lain. Puncak dari pemberontakan separatis ini, yang dibelakangnya imperialisme AS, adalah pemberontakan PRRI/Permesta. Bung Karno menyebut periode ini sebagai tahap survival atau bertahan hidup. Tak hanya itu, pada tahun 1952, sudah terjadi upaya kudeta terhadap pemerintahan Bung Karno. Upaya kudeta itu, yang kemudian dikenal dengan istilah “peristiwa l 17 Oktober 1952”, digerakkan oleh sejumlah petinggi Angkatan Darat untuk membubarkan parlemen. Saat itu lusinan tank dan artileri mengepung Istana. Belum lagi demonstrasi ribuan orang yang digerakkan oleh tentara. Tetapi, syukurlah, kudeta itu berhasil digagalkan. Bung Karno juga berkali-kali mengalami percobaan pembunuhan: ia pernah digranat di Cikini oleh gerombolan DI/TII (1957); ia pernah diberondong dari udara oleh pesawat Mig-17 yang dipiloti oleh Maukar (1960); iring-iringan kendarannya juga pernah diberondong mortir saat berkunjung ke Sulawesi Selatan (1960). ia juga pernah diberondong saat menunaikan sholat Idul Adha (1962); Ia juga pernah digranat di Makassar di tahun 1962. Tetapi Bung Karno tidak menyerah. Ia tahu, setiap revolusi yang benar-benar revolusi akan selalu dirintangi oleh kontra-revolusi. Dan bukannya melemah, Revolusi Indonesia malah makin bergelora. Ini ditegaskannya pada pidato tanggal 17 Agustus 1959, yang diberi judul “Penemuan Kembali Revolusi Kita”. Pidato inilah yang melahirkan Manifesto Politik (Manipol) tahun 1959, yang menegaskan bahwa “hari depan Revolusi Indonesia adalah menuju Sosialisme Indonesia.” Sayang, satu hal mungkin yang tidak terpikirkan oleh Bung Karno, yakni “kudeta merangkak”, yang dirancang oleh pihak imperialis dan sekutu loyalnya di dalam negeri (Baca pula: Kontra-Kudeta Yang Dirancang Gagal). Dan, sejarah kemudian menulis, Soeharto sukses menjalankan kudeta merangkak itu terhadap Bung Karno.

Rabu, 15 Januari 2014

(G.A.M) gerakan adaik minang.sedunia.

Ketua LKAAM M. Sayuti Dt. Rajo Panghulu, Jumat (20/12). Saat konferensi pers bersama wartawan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat segera membentuk Gerakan Adat Minang (GAM) se-dunia guna mengawali judicial review UU Desa yang sudah disahkan DPR beberapa hari lalu.  Lembaga adat ini menilai, undang-undang tersebut napasnya sama dengan UU No. 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Daerah. “Habis nagari kita,” kata Ketua LKAAM M. Sayuti Dt. Rajo Panghulu, Jumat (20/12). Sebagaimana diberitakan dalam dua hari belakangan, UU Desa mengatur pengucuran dana ke desa-desa seluruh Indonesia. Menurut Dt. Rajo Penghulu, UU tentang desa tersebut, bisa menciderai sistem dan susunan nagari di Sumbar. Selain itu, walinagari yang telah ada terancam dibubarkan dan kembali menjadi kepala desa. “Dengan disahkannya UU ini, para anggota DPR RI sama saja memaksakan kehendaknya, tanpa ada mempedulikan warga Minangkabau,” katanya. Karena itu dalam rapat LKAAM kemarin diputuskan membentuk GAM. “Akan ada gerakan adat Minang se-dunia,” kata dia. LKAAM sedang menyusun poin-poin untuk mengajukan peninjauan kembali (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ketua LKAAM mengaku membaca sekilas UU Desa tersebut, tapi belum menerima naskahnya. “Saya kirim Senin untuk Anda naskahnya,” kata Mendagri Gamawan Fauzi, kemarin. Menurut Gamawan seluruh Indonesia menerima undang-undang tersebut. Ketua Persatuan Walinagari se-Sumbar, Anwar Maksum yang dikontak terpisah belum mau berkomentar sampai ia menerima naskah undang-undang tersebut.  “Sebaiknya kita terima dulu dokumen undang-undang tersebut, baru kita diskusikan bersama-sama,” kata Walinagari Baso ini. Diberitakan sebelumnya, DPR mengesahkan RUU Desa setelah sembilan kali masa persidangan. Dengan alasan undang-undang, pemerintah mengguyur desa dengan dana pembangunan. Nagari akan mendapat pitih banyak. Dana berkisar ratusan juta hingga miliaran. “Inilah persembahan kami, sebagai langkah dalam membangun kehidupan bangsa, membangun desa membangun negara,” kata Ketua Pansus RUU Desa, Akhmad Muqowam saat menyampaikan hasil pansus di DPR, Rabu (18/12). Dana yang mengalir ke Sumbar mulai tahun depan akan besar. Jumlah nagari 642, sedangkan kelurahan 259 dan 126 desa. Total keseluruhan 1.027. Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi menyebutkan, diperkirakan tiap desa mendapat dana mulai dari Rp700 juta hingga Rp1,4 miliar. Dikatakan Gamawan, total dana untuk seluruh desa di Indonesia mencapai Rp50 triliun pertahun. Dana sebanyak itu dibagi untuk 72 ribu desa. Pembagiannya juga berdasarkan parameter, mulai dari luas wilayah, jumlah penduduk, geografis dan tingkat kemahalan. “Satu hal yang perlu dicatat, tiap desa tak menerima dalam jumlah yang sama,” kata Gamawan. Dua anggota DPR asal Sumbar, Darizal Basir dan Hermanto menyebutkan, dengan disahkannya UU Desa, maka potensi nagari, kelurahan dan desa juga akan semakin tergali. Sebelumnya diberitakan, lembaga Adat Minang kecewa dan menolak keras pengesahan Undang-undang Desa yang disahkan DPR pekan ini. LKAAM Sumbar menilai, pengesahan UU Desa melemahkan eksistensi Nagari di Sumatera Barat. Saking kecewanya, LKAAM bahkan meminta Sumatera Barat lebih baik merdeka dari NKRI.